Kebutuhan hidup yang semakin meningkat ditambah dengan gaya hidup yang juga semakin tidak mudah membuat banyak orang mau bekerja dengan sangat keras. Bahkan, untuk menunjang semua kebutuhannya, banyak orang yang rela menekuni pekerjaan lebih dari satu.

Namun, dibalik banyaknya orang yang rela membanting tulang tiap hari, ada sebagian orang yang ingin cara cepat dan mendapat hasil besar dalam sebuah bisnis yang dipilih. Salah satu bisnis yang menggiurkan banyak orang adalah bisnis investasi. Beberapa tahun terkahir ini, investasi menjadi salah satu bisnis yang banyak diliakukan oleh banyak orang dari berbagai kalangan.

Bisnis investasi secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah bisnis dimana kita harus menyimpan suatu benda yang sifatnya sebagai modal atau simpanan atau investasi yang dapat dijadikan sebuah bentuk usaha yang akan menhasilkan uang. Contoh investasi, misalnya seseorang berinvestasi sejumlah rupiah dimana uang tersebut digunakan untuk usaha. Pemberi investasi akan mendapat keuntungan dari hasil perputaran uang yang ia investasikan. Contoh lain adalah investasi dalam bentuk benda, seperti rumah, apartemen, emas, dan lain sebagainya.

Modalnya pun satu, kita hanya perlu barang atau uang yang diinvestasikan dan kemudian menunggu hasil yang akan didapat tanpa harus melakukan pekerjaan secara langsung. Hal inilah yang membuat banyak orang ingim berbisnis di bidang investasi dan hal ini pula yang menyebabkan banyaknya investasi bodong atau penipuan yang berkedok investasi.

Sayangnya, tak sedikit orang yang menjadi korban dari bisnis abal – abal ini dan meskipun kasus seperti ini sudah banyak disorot media, masih saja ada korban baru dan penipuan baru bermunculan. Lalu, apa yang menyebabkan banyak orang terjerumus pada bisnis bodong ini?

  1. Perasaan malas bekerja atau tidak sabar dengan proses membuat banyak orang berpikir cara yang lebih instan untuk memdapat banyak uang. Mereka seolah tak ingin menunggu lama dan ingin segera merasakan hasilnya
  2. Teriming – iming rayuan sebuah bisnis investasi yang terlslu berlebihan dalam menjanjikan keuntungan dengan proses kilat, modal rendah, dan hasil memuaskan. Terkadang, perkataan memang mampu membuat siapapun terpana dan terbujuk
  3. Pengalaman pertama ditawari bisnis investasi pun bisa menjadi pemicu banyaknya korban penipuan semacam ini. Kurangnya pengetahuan tentang investasi membuat mereka angguk kepala tanpa mencari informasi lebih jauh