Salah satu event dari rangkaian acara Dies Natalis IPB ke-52 yang banyak dinanti adalah Festival Kampus. Kegiatan ini merupakan ajang kreativitas para mahasiswa IPB yang juga melibatkan puluhan Organisasi Mahasiswa Daerah (Omda). Yup, dalam festival ini ditampilkan ragam budaya, seni, dan kuliner khas daerah.

“Seiring perkembangan waktu, pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, serta kurangnya minat dan perhatian para pemuda terhadap seni dan budaya asli milik Indonesia, telah mengubah wajah anak-anak negeri ini untuk lebih memilih budaya Barat yang mereka banggakan. Untuk itu, pantas kiranya kita memberikan perhatian lebih terhadap budaya lokal,”ujar Ketua Panitia Festival Kampus, Banar Adentya Pragaswara.

Festival Kampus dimeriahkan dengan Passion and Action sekaligus karnaval dari berbagaiOmda yang dengan bangga mengenakan baju kebesaran dari daerah asal.Kehadiran mereka dalam karnaval ini disambut meriah oleh ribuan warga IPB yang antusias mengelu-ngelukan sepanjang jalur yang dilalui. Pada waktu bersamaan juga disuguhkan aneka kuliner dari daerah yang dilombakan dan bisa dicicipi bersama. Tidak cukup di situ, beranjak malam digelar acara ‘Malam Seni Budaya’ di Grha Widya WisudaKampus IPB Dramaga.

Malam Seni Budaya ini merupakan hasil kerjasama  Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan Omda IPB. Lalu pentingkah Festival Kampus ini digelar? “Iya dong. Saya tunggu-tunggu. Saya sangat menyukai kesenian dan kebudayaan Indonesia. Dengan kegiatan ini menambah wawasan mahasiswa mengenai kekayaan Indonesia, mengajarkan untuk mencintai budaya sendiri, sehingga membuat kita semakin bangga dengan Indonesia,” ujar Candra, mahasiswa angkatan ke-52 dari Fakultas Kehutanan.

Saking terkesan, Candra sampai mampu menceritakan apa saja yang sudah dilihatnya dalam rangkaian Festival Kampus ini, seperti penampilan seni budaya dari Bengkulu, Sumatera Barat, Aceh, hingga Banten. “Engga nyesel deh nonton Festival Kampus.Saya semakin bangga sama IPB,” pungkasnya.