Motivasi merupakan alasan yang penting dalam sebuah perilaku yang salah satu contohnya adalah belajar. Mengapa belajar itu penting? Karena dari belajar jadi hebat dan mereka akan lebih siap dalam menghadapi masa depan. Dalam psikologi, ada dua jenis motivasi utama: motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

  • Motivasi intrinsik mengacu pada melakukan suatu aktivitas untuk kesenangan yang melekat daripada untuk hasil yang menjadi tujuannya.
  • Motivasi ekstrinsik mengacu pada melakukan suatu aktivitas, bukan untuk kesenangan yang melekat tetapi untuk hasil yang menjadi tujuannya.
Dari belajar jadi hebat
Dari belajar jadi hebat

Meskipun kedua jenis motivasi ini dapat menghasilkan perilaku yang serupa, terdapat perbedaan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik dalam hal kualitas dan keberlanjutan perilaku. Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika orang terlibat dalam suatu aktivitas karena motivasi intrinsik, kualitas keterlibatan dan hasilnya akan lebih baik.

Apa yang Memotivasi Anak Anda dan Apa yang Tidak?

Jadi, apa yang dapat Anda lakukan untuk memotivasi anak Anda? Banyak dari kita menggunakan pendekatan melalui reward atau hadiah dalam hal memotivasi anak-anak. Jika Anda sudah mencobanya dan masih membaca artikel ini, kemungkinan besar Anda belum menemukan keberhasilan dengan strategi tersebut. Dan inilah alasannya.

Pertama, ketika anak-anak menanggapi reward atau hadiah, mereka bertindak berdasarkan motivasi ekstrinsik. Kita sudah melihat bahwa kualitas perilaku yang dihasilkan dari motivasi ekstrinsik tidak sebaik motivasi intrinsik. Selain itu, Anda biasanya harus tetap menggunakan hadiah dan berpegang teguh pada perilaku tersebut agar anak tetap mau belajar, karena dari belajar jadi hebat. Tetapi dalam banyak kasus, itu tidak berkelanjutan.

Tapi ada alasan ketiga. Menggunakan reward atau hadiah sebenarnya mengurangi motivasi intrinsik pada anak-anak, jika ada di awal. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa ketika hadiah diperkenalkan, motivasi intrinsik seseorang menurun. Dengan kata lain, jika anak Anda memiliki minat pada suatu kegiatan, “motivasi” Anda akan menjadi bumerang dan menurunkan motivasi anak Anda.

Agar motivasi intrinsik muncul, seorang anak harus menikmati suatu aktivitas untuk kesenangannya yang murni. Imbalan, pujian, dan hukuman tidak akan menginspirasi seseorang untuk menjadi tertarik secara intrinsik pada aktivitas tersebut. Itu justru sebaliknya. Apakah itu berarti tangan kita terikat dan tidak ada yang bisa kita lakukan sebagai orang tua? Tidak juga. Memberikan reward ini bisa tetap Anda lakukan asal tidak terlalu sering. Anda bisa tetap memotivasi mereka dengan memberikan hal yang baru dan mereka sukai untuk belajar. Karena dari belajar jadi hebat dan mereka akan menjadi anak yang sesuai harapan Anda sebagai orang tua.